<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 11:58:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pomparansirajasonang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Arti Ulos</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/07/19/arti-ulos/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/07/19/arti-ulos/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 16:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Mangulosi adalah suatu kegiatan adat yang sangat penting bagi orang batak. Dalam setiap kegiatan seperti upacara pernikahan, kelahiran, dan dukacita ulos selalu menjadi bagian adat yang selalu di ikut sertakan. Menurut pemikiran moyang orang batak, salah satu unsur yang memberikan kehidupan bagi tubuh manusia adalah &#8220;kehangatan&#8221;. Mengingat orang-orang batak dahulu memilih hidup di dataran yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=193&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-194" title="ulos" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/07/ulos.jpg?w=91&#038;h=150" alt="ulos" width="91" height="150" />Mangulosi adalah suatu kegiatan adat yang sangat penting bagi  orang batak. Dalam setiap kegiatan seperti upacara pernikahan, kelahiran, dan  dukacita ulos selalu menjadi bagian adat yang selalu di ikut sertakan.</p>
<p align="justify">Menurut pemikiran moyang orang batak, salah satu unsur yang  memberikan kehidupan bagi tubuh manusia adalah &#8220;kehangatan&#8221;. Mengingat  orang-orang batak dahulu memilih hidup di dataran yang tinggi sehingga memiliki  temperatur yang dingin.</p>
<p><span id="more-193"></span></p>
<p align="justify">Demikian juga dengan huta/kampung yang ada di daerah tapanuli  umumnya di kelilingi dengan pepohonan bambu. Dimana memiliki kegunaan bukan  hanya sebagai pagar untuk menjaga serangan musuh saja, namun juga menahan  terjangan angin yang dapat membuat tubuh menggigil kedinginan.</p>
<p align="justify">Ada 3 hal yang di yakini moyang orang batak yang memberi  kehidupan bagi tubuh manusia, yaitu : Darah, Nafas dan Kehangatan. Sehingga  &#8220;rasa hangat&#8221; menjadi suatu kebutuhan yang setiap saat di dambakan.</p>
<p align="justify">Ada 3 &#8220;sumber kehangatan&#8221; yang di yakini moyang orang batak  yaitu : matahari, api dan ulos. Matahari terbit dan terbenam dengan sendirinya  setiap saat. Api dapat di nyalakan setiap saat, namun tidak praktis untuk di  gunakan menghangatkan tubuh, misalnya besarnya api harus di jaga setiap saat  sehingga tidur pun terganggu. Namun tidak begitu halnya dengan Ulos yang sangat  praktis digunakan di mana saja dan kapan saja.</p>
<p align="justify">Ulos pun menjadi barang yang penting dan di butuhkan semua  orang kapan saja dan di mana saja. Hingga akhirnya karena ulos memiliki nilai  yang tinggi di tengah-tengah masyarakat batak. Dibuatlah aturan penggunaan ulos  yang di tuangkan dalam aturan adat, antara lain :</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Ulos hanya di berikan kepada kerabat yang di bawah kita.  	Misalnya Natoras tu ianakhon (orang tua kepada anak).</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Ulos yang di berikan haruslah sesuai dengan kerabat yang  	akan di beri ulos. Misalnya Ragihotang di berikan untuk ulos kepada hela  	(menantu laki-laki).</p>
</li>
</ul>
<p align="justify">Sedangkan menurut penggunaanya  antara lain :</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Siabithonon (dipakai ke tubuh menjadi baju atau sarung)  	digunakan ulos ragidup, sibolang, runjat, jobit dan lainnya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sihadanghononhon (diletakan di bahu) di gunakan ulos  	Sirara, sumbat, bolean, mangiring dan lainnya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sitalitalihononhon (pengikat kepala) di gunakan ulos  	tumtuman, mangiring, padang rusa dan lain-lain.</p>
</li>
</ul>
<p align="justify">Saat ini kita tidak membutuhkan ulos sebagai penghangat tubuh  di saat tidur ataupun saat beraktifitas, karena ada berbagai alat dan bahan yang  lebih maju untuk memberi kehangatan bagi tubuh pada saat berada pada udara yang  sangat dingin. Tetapi Ulos sudah menjadi perlambang kehangatan yang sudah  mengakar di dalam budaya batak.</p>
<p align="justify">Namun ini juga menjadi tantangan bagi budaya batak di masa  depan, karena cara pandang dan penghargaan anak-anak muda masa depan sangat  berbeda dengan para orang tua yang sempat merasakan berharganya nilai ulos dalam  kekerabatan. Akankah anak-anak kita memandang ulos seperti memandang &#8220;kain pada  umumnya&#8221;, bahkan lebih parahnya setelah kain tersebut di gunakan dalam acara  adat yang melelahkan kemudian ulos tersebut tersimpan rapat dalam lemari saja.</p>
<p align="justify">Sangat berbeda &#8220;rasanya&#8221; dengan dengan menggunakan setelan  jas yang modis dan ingin menggunakannya lagi dan lagi begitu setiap saat.</p>
<p align="justify">Jangan-jangan yang terbayang dalam pikiran mereka saat  melihat ulos yang tergolek dalam lemari adalah acara adat yang melelahkan,  njelimet adatnya, pusing karena gak tau bahasa batak, malu karena gak pinter  martutur (menempatkan diri dalam pertalian darah atau keturunan).</p>
<p align="justify">Akan sangat banyak tantangan masa depan yang akan menghimpit  &#8220;niat maradat&#8221; bagi generasi muda masa depan. Seperti masalah ke uangan,  penggunaan waktu, perkembangan pola pikir praktis, berkurangnya &#8220;rajaparhata&#8221;  (orang yang mengetahui adat dan dapat memandu kegiatan adat dari awal hingga  akhir). Sekali lagi ini tantangan yang harus kita antisipasi sebagai &#8220;halak  hita&#8221;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=193&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/07/19/arti-ulos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/07/ulos.jpg?w=91" medium="image">
			<media:title type="html">ulos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Timah Mendidih Diminumkan Kemanusia Hidup-Hidup</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/06/22/timah-mendidih-diminumkan-kemanusia-hidup-hidup/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/06/22/timah-mendidih-diminumkan-kemanusia-hidup-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 02:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Tubuhnya di kubur dengan posisi berdiri didalam tanah, hanya kelihatan kepalanya saja. Setelah beberapa waktu ia sangat kehausan dan lapar kemudian disampaikan&#8221; kami akan memberikan makan dan minum yang enak menurut kemauanmu asal engkau mau kemanapun kami perintahkan pergi&#8221;. Karena haus dan laparnya orang itu menyanggupi permintaan tersebut. Lalu diminta untuk membuka mulutnya agar dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=188&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-189" title="Tondi Dohot Begu" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/06/tondi-dohot-begu.jpg?w=112&#038;h=150" alt="Tondi Dohot Begu" width="112" height="150" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tubuhnya di kubur dengan posisi berdiri didalam tanah, hanya kelihatan kepalanya saja. Setelah beberapa waktu ia sangat kehausan dan lapar kemudian disampaikan&#8221; kami akan memberikan makan dan minum yang enak menurut kemauanmu asal engkau mau kemanapun kami perintahkan pergi&#8221;. Karena haus dan laparnya orang itu menyanggupi permintaan tersebut. Lalu diminta untuk membuka mulutnya agar dapat minum, setelah orang tersebut membuka mulutnya yang di tuang ke dalam mulut orang tersebut bukanlah air sejuk pengobat dahaga, tetapi cairan timah panas yang sedang menggelegak sehingga orang itu pun mati seketika itu juga. Itulah ritual yang dilakukan &#8220;orang dahulu&#8221; untuk membuat penjaga kampung atau sejenis santet pembunuh &#8220;musuh&#8221; yang di sebut Pangulubalang surusuruon.</p>
<p><span id="more-188"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah beberapa hari cairan berasal dari lelehan mayat tersebut disebut &#8221;dane&#8221; dimasukkan kedalam wadah dari tanah (sejenis gentong kecil), sedangkan daging dan tulang nya di gongseng hingga menjadi bentuk bubuk disebut &#8220;pupuk&#8221; disimpan dalam satu wadah lain. Disebut &#8220;pangulubalang&#8221; setelah cairan &#8220;dane&#8221; dan bubuk &#8220;pupuk&#8221; dicampur dengan ramuan-ramuan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk <strong>penjaga kampung</strong> didirikan tiga buah batu dengan sudut segitiga didalam pondok kecil yang di letakkan di sudut kampung atau disamping gerbang masuk kampung. Setelah di manterai di oleskan cairan dane dan pupuk, inilah yang di percayai untuk menjaga kampung.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk <strong>Santet Musuh</strong> dikumpulkan bahan-bahan :</p>
<p style="text-align:justify;">- Tanah Kuburan</p>
<p style="text-align:justify;">- Tanah Longsor</p>
<p style="text-align:justify;">- Buah enau yang jatuh</p>
<p style="text-align:justify;">- Air dari arus yang berputar</p>
<p style="text-align:justify;">- Air dari air yang tenang</p>
<p style="text-align:justify;">- Tanah yang banyak di tumbuhi pohon perdu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian seluruh bahan tersebut di giling hingga halus kemudian di campur sedikit &#8220;dane&#8221; dan &#8220;pupuk&#8221; . Kemudian ramuan tersebut diberi sajen di manterai dan diperintahkan untuk membunuh musuh yang dituju. Dikirimlah seorang yang berani sebagai kurir untuk menyiram ramuan tersebut baik dihalaman rumah musuh, di samping rumah maupun di tempat-tempat yang sering dilalui orang yang dituju. Inilah yang di sebut &#8220;Pangulubalang Surusuruon. Sedangkan manusia untuk korban biasanya diambil dari musuh yang tertawan atau diculik dari kelompok/kampung musuhnya. </p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh kejam memang perbuatan tersebut, semoga tidak ada lagi orang yang melakukan praktek tersebut. Kegiatan ini dilakukan di Tanah Batak pada jaman dahulu, dimana animisme masih sangat kental. Bila kita lihat di suku-suku lain di dunia juga kita akan menemukan praktek-praktek animisme yang hampir sama dan sangat tidak manusiawi.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-190" title="Upacara Tradisi Karo menggunakan topeng th 1970" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/06/upacara-tradisi-karo-menggunakan-topeng-th-1970.jpg?w=490" alt="Upacara Tradisi Karo menggunakan topeng th 1970"   /></p>
<p style="text-align:center;">Upacara Tradisi Karo Tahun 1970</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan masuknya Nommensen ke tanah Batak, terjadi perubahan kepercayaan masyarakat terhadap tradisi yang berbau animisme tersebut. Namun tradisi yang dianggap tidak bertentangan terus di pertahankan demi kelangsungan kebudayaan batak yang di warisi dari nenek moyang orang batak. Semoga kita nantinya dapat mewarisi nilai budaya batak terhadap anak dan cucu kita, walaupun kita ada dalam perantauan jangan sampai mereka tidak mengetahui asal usul nenek moyangnya dan budayanya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=188&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/06/22/timah-mendidih-diminumkan-kemanusia-hidup-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/06/tondi-dohot-begu.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Tondi Dohot Begu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/06/upacara-tradisi-karo-menggunakan-topeng-th-1970.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Upacara Tradisi Karo menggunakan topeng th 1970</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMBALINYA KANJENG RATU NYI RORO KIDUL &#8211; BIDING LAUT</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 07:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Halaman 7 dari 7 Setelah begitu lama menjadi penguasa pantai selatan akhirnya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul diketahui dari mana asal muasalnya. Ternyata Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul adalah Biding Laut Putri Stilting dari Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon, hilangnya Biding Laut begini ceritanya. Ketika terjadi skandal cinta antara Saribu Raja dengan Boru Pareme kedua adeknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=119&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Halaman 7 dari 7</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-177" title="kereta kencana" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/kereta-kencana.jpg?w=150&#038;h=101" alt="kereta kencana" width="150" height="101" />Setelah begitu lama menjadi penguasa pantai selatan akhirnya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul diketahui dari mana asal muasalnya. Ternyata Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul adalah Biding Laut Putri Stilting dari Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon, hilangnya Biding Laut begini ceritanya.</p>
<p><span id="more-119"></span></p>
<p align="justify">Ketika terjadi skandal cinta antara Saribu Raja dengan Boru Pareme kedua adeknya Limbong Mulana dan Sagala Raja bersekutu untuk membunuh Saribu Raja karena dianggap telah membuat aib keluarga, kemudian Lau Raja segera memberitahukan serta menyuruh Saribu Raja agar pergi dari kampung halamannya. Mendengar berita dari adeknya bahwa Saribu Raja pergi meninggalkan kampung halamannya sedangkan Boru pareme bersembunyi ke hutan.</p>
<p align="justify">Sebelum berangkat Saribu Raja berpesan pada kakaknya Biding Laut agar menjaga dan membina adik-adik mereka semua. Katanya “seharusnya saya yang bertanggung jawab kak, untuk menjaga dan membina adek-adek kita tapi saya telah gagal dan akan pergi meninggalkan kampung halaman kita. Kakak tidak perlu mencari saya, permintaan saya kakak menjaga, memelihara, mengayomi adek-adek kita serta menjaga keutuhan nama besar keluarga kita”.</p>
<p align="justify">Dengan berlinang airmata Biding Laut bertanya, adikku kemana gerangan kamu pergi? kamu adikku juga, saya yang seharusnya menjaga kamu dari segala bahaya, apalagi yang berniat membunuhmu adalah adik kita, kamu tidak perlu takut, tinggallah disini, kita selesaikan permasalahanmu secara kekeluargaan. Namun tekad dan pendirian Saribu Raja sudah bulat untuk pergi.</p>
<p align="justify">Dia berpesan kepada Biding Laut dia akan ke Barat dan tidak perlu mencarinya. Sebagai anak sulung Biding Laut berpikir harus mencari adiknya dan mempersatukan kembali adik-adiknya. Biding Laut bertekad harus menemukan Saribu Raja agar terhindar dari pembunuhan adiknya. Biding Laut mengambil keputusan berangkat mencari adiknya Saribu Raja ke arah Barat. Pencarianpun mulai dilakukan Biding Laut sesuai yang dikatakan adiknya bahwa dia berangkat ke arah Barat. Biding Laut pun menelusuri jalan kearah Barat, karena sangat sayang terhadap adiknya, Biding Laut tidak mengenal siang dan malam bahkan terhadap hujan dan panas serta teriknya matahari tetap dilaluluinya. Meski telah menyusuri lembah, menyeberangi sungai, mendaki gunung namun Biding Laut tidak menemukan adiknya. Dalam benaknya dia bertanya apakah adiknya masih hidup atau adiknya sengaja membohingi dirinya dengan mengatakan dia pergi ke Barat padahal ke Timur!</p>
<p align="justify">Tanpa sadar Biding Laut sampai di sebuah desa ditepi pantai tempat sandar nelayan penangkap ikan, dengan penuh harapan dia bertanya pada seorang nelayan apakah pernah melihat seorang asing lewat atau tinggal di desa itu. Setiap orang yang ditanya Biding Laut selalu menjawab bahwa mereka tidak pernah ada yang melihat adiknya.</p>
<p align="justify">Dengan perasaan kesal dan kecewa memikirkan sang adik akhirnya Biding Laut beristirahat ditepi pantai untuk melepas rasa penat dan lelah. Dari pinggir pantai Biding Laut melihat sebuah pulau timbul pikirannya jangan jangan adikku bersembunyi disana, lalu dia bertanya kepada seorang nelayan, pak nama pulau itu apa? Sang nelayan menjawab, pulau mursala, lalu Biding Laut meminta pak nelayan untuk mengantarnya ke pulau tersebut. Setelah sampai dipulau itu, dia mencari disetiap pelosok pulau namun tidak menemukan adiknya Saribu Raja, biding laut berteriak-teriak memanggil nama adiknya dipulau itu namun tidak ada jawaban.</p>
<p align="justify">Sambil merenungkan kira-kira kemana lagi dia harus mencari adiknya, Biding Laut bersandar pada sebuah pohon sambil menikmati sejuknya anginyang berhembus membuat rasa kantuk tidak tertahankan tanpa sadar dia tertidur. Tanpa sepengetahuan Biding Laut ternyata dari seberang, ada seorang pemuda yang membuntutinya, pemuda itu kagum melihat keberanian Biding Laut dan kelembutan serta wajahnya yang cantik. Timbullah hasrat si pemuda itu untuk mendapatkan Biding Laut. Pemuda itu menghampiri Biding Laut yang tertidur pulas serta membangunkannya, pemuda itu menawarkan jasa untuk mengantarkan Biding Laut keseberang. Sambil berjalan Biding Laut bertanya kepada pemuda itu apakah pernah bertemu atau melihat orang asing karena saya sedang mencari adik saya Saribu Raja. Mengapa kamu mencari orang yang tidak tahu dimana dia berada kepada saya kata pemuda itu. Saya tidak pernah melihat ataupun mendengar Saribu Raja adikmu dan kalaupun saya pernah melihat atau mendengar saya tidak akan memberitahukannya sebab kamu anggun dan cantik jadi kamu lebih pantas menjadi istri saya, kata pemuda itu merayu. Mendengar jawaban pemuda itu Biding Laut naik pitam dan mengusir pemuda itu. Pemuda itupun pulang ke desanya dengan membawa dendam dihati.</p>
<p align="justify">Keesokan harinya pemuda itu memberitahukan kepada temannya bahwa ia ditantang dan dipermalukan oleh seorang gadis yang cantik dan sakti. Mendengar pengaduan pemuda itu teman-temannya marah serta mengajak pemuda itu menunjukkan dimana tempatnya dan berangkatlah mereka ke pulau mursala. Tanpa banyak tanya, anak-anak muda tersebut mengeroyok Biding Laut yang sedang santai menikmati segarnya udara pagi. Tangan dan kakinya diikat, ditelanjangi lalu diperkosa secara bergantian sampai Biding Laut tidak sadarkan diri lalu dibunuh dan mayatnya dibuang ke laut. Dia pasrah bahwa kematian akan datang, jasadnya boleh mati tetapi Roh kesaktiannya harus tetap hidup, sebab tugas belum terlaksana adiknya Saribu Raja harus ditemukan dimanapun dia berada.</p>
<p align="justify">Setelah lama mencari kakaknya yang hilang akhirnya Nantinjo mengetahui dimana keberadaan sang kakak lalu Nantinjo mengajak sorangannya nai Hotni dan panuturi beserta rombongan untuk menemui penguasa alam gaib ke pangandaran. Sesampai dipangandaran Nantinjo berbincang-bincang dengan Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul sebagai penguasa alam gaib adapun hasil perbincangan mereka ( Nan = Nantinjo, Nyi = Nyi Roro Kidul).</p>
<p align="justify"><em> Nan ; Terimakasih saya ucapkan atas kesediaanmu menerima saya sebagai tamu, meskipun saya belum tahu siapa kamu yang sebenarnya tapi kamu telah membantu saya dua kali dalam tugas saya. Sekarang saya ingin mengetahui siapakah kamu sebenarnya? Siapa nama saudara kamu yang hilang?</em></p>
<p align="justify">Nyi ; Terima kasih atas kujungan kamu, kita memang sudah dua kali bertemu dan dengan ikhlas saya membantu sesuai dengan permintaanmu. Sayalah penguasa diseluruh pantai selatan, nama saya Nyi Roro Kidul. Kalau kamu bersedia membantu saya mencari dan mempertemukan dengan adikku Saribu Raja, Saya sangat berterima kasih katanya sambil menangis karena mengingat adiknya yang belum ditemukannya.</p>
<p align="justify"><em> Nan ; Kalau demikian kamu adalah kakakku biding laut yang juga tidak diketahui dimana keberadaannya, hilang pada saat mencari abang Saribu Raja, saya adalah adikmu nantinjo yang paling bungsu dari sepuluh kita bersaudara. Tolong kamu ingat dulu barang kali kakak lupa akan masa kecil kita, Saribu Raja yang kakak cari abang saya juga,</em></p>
<p align="justify">Mendengar keterangan Nantinjo, Biding Lautpun memeluk adiknya sambil menangis melepas kerinduan yang sangat dalam, dan Nantinjo berjanjiakan berusaha secepatnya mempertemukan mereka.</p>
<p align="justify"><em> Nyi ; Nama kecil saya memang Biding Laut namun saya sendiri sudah lupa bagaimana ceritanya sehingga disini saya disembah dan disebut Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul. Kalian boleh menyebut nama saya Biding Laut jikalau saya sudah menemukan adik saya Saribu Raja. Ini sudah merupakan janji terhadap diri saya karena saya merasa hanya Saribu Rajalah saudaraku, karena dialah saya jadi begini.</em></p>
<p align="justify">Setelah Nantinjo mempertemukan Biding Laut dengan Saribu Raja, Nantinjopun mengajak Biding Laut kembali ke keluarga namun Biding Laut meminta kepada nantinjo bahwa ia harus dijemput dari tempatnya di Parangtritis Yogyakarta. Dan yang terpenting, keturunan adiknya Saribu Raja yang harus menjemputnya. Permintaan Biding Laut disanggupi, lalu Namboru Nantinjo mengumpulkan satu team untuk menjemput Namboru Biding Laut ke Parangtritis, satu minggu sebelum berangkat Namboru Nantinjo memberikan pengarahan kepada team dan berpesan agar tidak menganggap enteng pekerjaan tersebut. Karena pekerjaan ini sangat berat mengingat banyaknya pengikut namboru Biding Laut yang tidak mau melepaskan dia kembali ke Raja Batak.</p>
<p align="justify">Pada Tanggal 1 Maret 2004 team dikumpulkan Namboru Nantinjo dirumah hasorangannya di cianjur. Sebelum berangkat, namboru memberikan nasehat serta menekankan untuk berhati-hati dan jangan anggap remeh, namboru juga meminta Oppung Raja Gumeleng-Geleng membantu. Oppung menyarankan kepada namboru agar memberikan sebutir telur kepada setiap orang yang ikut dalam team. Malam itu pun Oppung langsung menuju ke Parangtritis untuk mengamankan perjalanan team. Malam jam 20.00 WIB rombongan team dengan tiga mobil kijang berangkat menuju parangtritis bersama nai Hotni serta namboru Nantinjo.</p>
<p align="justify">Keesokan harinya team sampai di parangtritis dan langsung menuju pantai. Disana team mencoba melepas lelah sambil bermain di pantai, setelah lama mencari, team bertanya kepada penduduk kampung dimana tempat bersemanyamnya Nyi Roro Kidul. Tanya punya Tanya akhirnya team menemukan jalan menuju ketempat Namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Melihat jalan yang begitu sukar dilalui mobil, team tersebut sempat ragu namun nai Hotni mengatakan bahwa dia sudah pernah bermimpi bahwa tempat namboru Biding Laut adanya di gua dibawah bukit. Walaupun amat sukarnya jalan yang harus dilalui, team bersepakat untuk melanjutkan perjalanan sampai mereka dapat menemukan tempat namboru Kanjeng Ratu Nyi RoroKidul Biding Laut dan membawanya pulang kembali.</p>
<p align="justify">Sesampai dipuncak bukit team menemukan beberapa rumah, dan ternyata kendaraan hanya boleh sampai dikampung tersebut. Team bertanya kepada orang yang ada disekitar kampung ternyata adanya tempat yang mereka cari berada dikaki bukit tersebut. Sebagai penunjuk jalan team minta tolong kepada orang kampung untuk mengantarkan mereka ke kaki bukit. Pada waktu akan menuruni lembah, sebahagian team merasa kecut mengingat terjalnya jalan yangharus ditempuh. Ternyata sebelum turun ada “tempat permisi” disiapkan namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Kemudian team mengusulkan agar nai Hotni beserta team agar meminta pertolongan kepadanamboru dan Oppung. Setelah selesai team berembuk serta saling mengingatkan satu sama lain jikalau ada yang merasa tidak mampu menuruni lembah agartidak memaksakan diri untuk ikut. Ada tiga orang yang tidak ikut dan menunggu diatas karena mereka merasa tidak akan mampu menempuh jalan tersebut. Kemudian team yang tersisa mulai menuruni lembah dengan sangat hati-hati karena curamnya jalan menuju ketempat namboru. Waktu yang ditempuh tersebut untuk menuju kebawah ternyata memakan waktu lebih dari satu jam.</p>
<p align="justify">Sesampai dibawah, team merasa kaget dan kagum melihat indahnya tempat namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Sipenunjuk jalan kemudian memperkenalkan team dengan kuncen yang ada disana. Setelah beristirahat sejenak, team lalu mengajak kuncen menuju gua tempat namboru.Sebelum masuk sang kuncen mengingatkan agar team berhati-hati, dan ternyata memang jalan kedalam menuju gua tersebut harus merunduk sebab banyak bebatuan yang menonjol. Jika tidak berhati-hati kepala bisa bonyok terantuk batu. Maklumlah yang ada hanya lilin dan senter seadaya yang dapat dijadikan sebagai penerangan, sementara gua tempat namboru sangat gelap. Suasana didalam gua sangat hening. Team sangat terharu manakala dapat menemukan tempat namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut.</p>
<p align="justify">Setelah membakar kemenyan kuncen mulai berdoa dan menyarankan agar team berdoa menurut keyakinan masing-masing. Team juga diingatkan jangan lupa meminta apa yang dikehendaki mereka, kemudian masing-masing mereka berdoa. Selesai berdoa nai Hotni sudah mulai gelisah ketika akan naik ketempat orang meletakkan kembang. Kemudian nai Hotni meminta selendang namboru dari ama nihotni. Tidak lama kemudian namboru biding laut datang dengan menumpang ke tubuh nai Hotni namboru mengucapkan “Horas Pomparanku” yang membuat semua team menjadi menangis, lalu namboru bercerita betapa menderitanya dia dahulu. Inilah tempatku mencari ilmu ujar namboru kepada team kemudian namboru meminta team untuk mendekat kepadanya, satu persatu team diusap dengan air serta kembang yang ada disana. Namboru juga membagikan kembang dari air yang ada. Melihat kejadian tersebut sang kuncen pun bingung, team bertanya kepada sang kuncen apakah itu benar Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul? sang kuncen menjawab ya itu Ibu Ratu.</p>
<p align="justify">Setelah selesai acara didalam gua namboru pamit dan berjanji akan melanjutkan pembicaraan kembali diluar gua. Team beserta kuncen keluar dari dalam gua, team tidak dapat menggambarkan rasa bahagia yang bercampur haru saat keluar dari gua.</p>
<p align="justify">Team beristirahat kurang lebih satu jam untuk kemudian melanjutkan tugas kembali memanggil namboru Nantinjo diluar gua. Nai Hotni merasa cemas dengan orang yang sedang bertapa ditempat namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut, takut-takut mereka tidak dapat menerima kehadiran team. Team menganjurkan agar nai Hotni tenang dan berusaha kembali untuk memanggil namboru Nantinjo. Nai hotnipun memanggil namboru nantinjo lalu team mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada namboru sambil bersenda gurau. Team juga meminta kepada namboru Nantinjo untuk memanggil kembali namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut sebab pembicaraan didalam gua belum selesai.</p>
<p align="justify">Kemudian namboru Nantinjo memanggil namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut, setelah namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut datang, namboru berbicara dengan bahasa batak dan kemudian mereka berbincang-bincang dengan namboru. namboru meminta mereka agar mengumpulkan keturunannya yang ada disana, team pun memanggil orang orang yang ada disekitar itu untuk berkumpul, dan yang anehnya namboru duduk diatas tapi kalu berbicara dengan team namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut duduk ditikar namboru Nantinjo. Puas sudah perasaan team untuk berbincang-bincang, akhirnya mereka meminta namboru ikut bersama team kembali ke Raja Batak. Namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut menyetujui permintaan team lalu namboru mengingatkan, karena ternyata team sampai tidak menyadari bahwa hari mulai gelap.</p>
<p align="justify">Menyadari kalau sudah malam dan tidak memungkinkan lagi untuk naik keatas kemudian team mengucapkan terima kasih dan meminta bantuan kepada namboru agar dilindungi dalam perjalanan pulang. namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut pun pergi, tinggallah team bersama namboru Nantinjo. Setelah berbincang dengan namboru team pamit kepada kuncen serta orang yang sedang bertapa ditempat namboru, mereka mengucapkan terima kasih kepada team karena mereka dapat bertemu dengan Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Setelah istrahat untuk melepaskan lelah, malam itu juga rombongan team kembali ke cianjur.</p>
<p align="justify">Tiba di cianjur team memanggil namboru Nantinjo dan mengucapkan terima kasih karena team telah selamat melaksanakan misi menjemput namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut mulai dari berangkat sampai kembali ke rumah nai hotni. Lalu team bertanya pada namboru Nantinjo apakah namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut akan ikut juga beserta rombongan pulang, namboru Nantinjo menjawab ikut. Team bertanya kepada namboru Nantinjo langkah apa yang harus dilakukan team selanjutnya? lalu namboru menyarankan bahwa mereka harus memberikan namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut ulos sibolang, ikan batak (Ihan) serta nasi tumpeng, yaitu mengadakan ritual yang sering kalian lakukan terhadap saya ujar namboru dan harus hal itu haruslah dihadiri semua perwakilan keturunan ibotonya. Team meminta namboru untuk memanggil namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut kembali, setelah namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut datang, saat itu mereka berbincang dengan bahasa batak. Team mengucapkan terima kasih karena perjalanan team sukses serta selamat sampai kembali ke cianjur, team juga sangat berterima kasih karena namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut mau kembali ke Si Raja Batak.</p>
<p align="justify">Namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut mengatakan begitulah dulu susahnya namborumu ini dan kalian harus mengalami sebahagian yang saya alami. Setelah puas ngobrol dengan namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut, namboru Nantinjo datang lagi? dan saat itu team bertanya kapan harus dilaksanakan upacara ritual kepada namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut sebagai tanda bahwa namboru itu telah kembali ke Raja Batak?, kapan waktu kalian bisa ujar namboru? diakhir pertemuan namboru Nantinjo mengingatkan team untuk menyayangi namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut seperti halnya menyayangi saya serta jangan lupa ceritakan ini kepada semua orang. Akhirnya teampun berunding malam itu kapan dilaksanakan upacara ritual kepada namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul</p>
<p align="justify">Biding Laut lalu team sepakat untuk mengadakan upacara ritual kepada namboru Tanggal 4 Mei 2004, pada tanggal tersebut sesuai kesepakatan diadakan upacara ritual kepada namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut sebagi tanda namboru itu kembali ke Keturunan Raja Batak. Setelah keperluan untuk ritual sudah lengkap keturunan iboto namboru Nantinjo dan Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut menyarankan agar memanggil namboru Nantinjo terlebih dahulu untuk mempertanyakan bagaimana cara menyampaikan ulos serta makanan yang telah tersedia kepada namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Namborupun memberikan petunjuk kepada seluruh keturunan ibotonya, setelah itu namboru pergi. Setengah jam setelah namboru pergi nai Hotni sepertinya kesurupan, yang hadir pada saat itu kaget karena tidak tahu apa yang terjadi, namun panuturi (penterjemah) ama nihotni mengatakan bahwa namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut akan datang.</p>
<p align="justify">Pada saat itu barulah mereka semua mengerti, namun tingkah nai Hotni semakin aneh dan akhirnya namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut datang. Satu persatu keturunan ibotonya mengucapkan sepatah dua kata kepada namboru sebagai perwakilan serta mengucapkan terima kasih atas bersedianya namboru kembali ke Si Raja Batak. Setelah selesai, keturunan ibotonya menyerahkan pakaian kebesaran namboru serta selendang dan dilanjutkandengan memberikan namboru makan ihan.</p>
<p align="justify">Awalnya namboru tidak mau, bahkan namboru bercanda apa ini? dalam bahasa sunda. Semua yang hadir menjawab makanan khas batak namboru. Bagaimana caranya makan ini? Kemudian namboru pun memakannya sedikit. Mereka yang hadirpun sampai lupa meletakkan nasi tumpeng di hadapan namboru. Setelah diletakkan didepan namboru, dengan bercanda namboru mengatakan nah ini baru makanan saya. Semua yang hadir tersenyum simpul melihat tingkah namboru. Ya wajar saja namboru melakukan hal tersebut karena baru pertama kali bertemu dengan keturunan ibotonya.</p>
<p align="justify">Namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut bercerita pahit getirnya perjalanan hidupnya sampai menemui ajal serta menjadi Roh. Roh namboru juga telah pernah pulang ke kampung halaman namun betapa kecewanya namboru sebab namboru sudah tidak diakui bahkan yang tertua keturunan Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon sudah menjadi Boru Pareme. Akhirnya namboru kembali lagi keperantaun. Kemudian namboru bertanya kepada yang hadir apakah mereka bersedia untuk memperbaiki hal tersebut? Semua keturunan ibotonya menyanggupi.</p>
<p align="justify">Kemudian keturunan ibotonya bertanya apalagi yang harus dilaksanakan selanjutnya setelah namboru kembali? Namboru menjawab, “sayangi saya dan rawat sebagai namborumu dan namboru meminta kalau keturunan ibotonya bersedia untuk mengadakan gondang sebab saya ingin menari” canda namboru. Keturunan ibotonya bertanya kapan itu harus dilaksanakan? Kapan waktunya dilaksanakan terserah kalian, yang penting kalian bersedia. Selanjunya kalian tanya saja sama adikku Nantinjo. Baiklah namboru kata mereka semua. Jikalau begitu nanti kami akan rundingkan dengan namboru Nantinjo jawab keturunan ibotonya. Sebelum namboru pulang namboru berpesan agar semua yang hadir menceritakan ke khalayak ramai bahwa Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut adalah Boru Si Raja Batak, lalu namboru pulang.</p>
<p align="justify">Kemudian namboru Nantinjo datang dan bertanya bagaimana anak ni ibotoku (keturunan abangku) apa kata kakak saya? lalu seorang utusan mengucapkan terima kasih atas perjuangan namboru Nantinjo untuk mengembalikan namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut serta memberikan kenang-kenangan atas usaha namboru berupa pakaian kebesaran beserta sebuah ulos sibolang, sama dengan yang diberikan kepada namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Bahkan ada salah seorang keturunanibotonya memberikan saputangan kepada namboru. Namboru juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas perhatian serta kasih sayangnyaterhadap namboru. Kemudian bagaimana tadi pembicaraan kalian dengan kakakku? yang hadir menjawab bahwa namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut sangat senang dan namboru meminta kalau boleh keturunan ibotonya harus mengadakan gondang untuk namboru Kanjeng Ratu Nyi RoroKidul Biding Laut.</p>
<p align="justify">Selanjutnya kami diminta berunding dengan namboru, kami hanya tinggal menunggu petunjuk dari namboru kapan akan dilaksanakan gondang tersebut.Kalau begitu saya tanya dulu kakak saya, setelah itu baru kita bahas kembali mengenai hal itu jawab namboru. Setelah itu namboru pulang. Team yang dulunya diutus namboru Nantinjo untuk menjemput namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding laut dipanggil namboru untuk mengabarkan keinginan namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut. Keinginan kakakku sebenarnya acara gondang itu dilaksanakan secepatnya tapi saya meminta kepada kakakku tiga atau empat bulan lagi dikarenakan adanya pekerjaan saya yang sangat berat kata namboru. Namborupun bertanya apakah kalian siap untuk mengadakan gondang tiga empat bulan lagi? Ya akan kami berusaha semaksimal mungkin namboru, jawab team. Dan mereka juga meminta agar kiranya namboru juga membantu agar gondang tersebut dapat terlaksana.</p>
<p align="justify">Tanggal 14 Juli 2004 namboru Nantinjo mengundang team dan namboru mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hatinya. Pada saat itu namboru berkeluh kesah tentang Pulau Malau, apakah kalian (team) tidak dapat membantu saya untuk mengembalikan pulau malau? sebab saya melihat ada sekelompok malau yang mau mencoba mengembalikan pulau malau tanpa saya. Kemudian team menjawab, namborukan dapat menghalangi mereka dengan kesaktiannamboru. Namboru mengatakan bahwa sudah selama tiga tahun namboru menghalang-halangi rencana kelompok tersebut sampai kapan aku menghalangi?</p>
<p align="justify">Bahkan saya telah membuat kehidupan mereka semerawut (ruddut) tetapi tetap saja mereka tidak sadar. Mendengar itu team merasa bingung juga, team melihat ada rasa iba terhadap kelompok tersebut, sepertinya namboru menginginkan agar team berusaha meloby kelompok tersebut untuk tidak memaksakan kehendak mereka. Keinginan namboru jikalau niat mereka baik, kenapa dia tidak diajak sebagai pemilik pulau malau. Team pun berjanji kepada namboru akan berusaha semampunya untuk membantu namboru mengembalikan pulau malau sesuai petunjuk namboru. Team juga bertanya kapan akan dilaksanakan pengembalian pulau malau? namboru menjawab nanti saya beritahukan, saya akan memanggil kalian lagi kalau waktunya sudah tepat. Kemudian team bertanya kira-kira permintaan namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut membuat gondang (margondang) kapan namboru menjawab kira-kira tiga atau empat bulan lagi usai itu namboru pulang.</p>
<p align="justify">Team mengambil kesimpulan sebelum kembali pulau malau namboru tidak akan pernah tenang. Bahkan siapapun yang berusaha menghalangi ketulusan hati namboru meskipun itu keturunan abangnya akan diberikan ganjaran. Untuk itu team mengajak seluruh pembaca keturunan Oppung Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon untuk mendukung seluruh rencana mulia namboru, mengingat masih banyak rencana namboru seperti:</p>
<ol>
<li>Margondang tiga atau empat bulan lagi merayakan kembalinya namboru Biding Laut</li>
<li>MengembalikanPulauMalau</li>
<li>Membangun sopo sebagai pertanda di Parik Sabungan</li>
<li>Mempersatukan semua keturunan Oppung Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon</li>
</ol>
<p align="justify">Akhir kata team mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu secara moril maupun materil guna terwujudnya pembuatan buku ini. Team menghimbau dan mengajak seluruh pembaca ataupun keturunan Guru Tatea Bulan/SiBaso Bolon untuk menjaga nilai-nilai sejarah serta menghormati leluhur.</p>
<p align="justify">Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua beserta keturunan kita dikemudian hari. Kpada Pembaca yang terhormat, bila ingin mengetahui lebih dalam dan lebih jelasnya cerita ini, karena kami paham pastilah banyak kekurangan dalam pembutan buku ini dapat langsung bertanya kepadaNamboru Nantinjo melalui Nai Hotni Boru Sagala dengan alamat:</p>
<p align="justify">Jalan Raya Baru, Perumahan Pesona Cianjur Indah Blok A-l No.7 <strong>(<a title="http://Parapat.org" href="http://parapat.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=40:legenda-namboru-nantinjo-a-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut&amp;catid=27:turi-turian&amp;Itemid=13">sumber</a>)</strong></p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=119&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/kereta-kencana.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kereta kencana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGEMBALIKAN PULAU MALAU</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 07:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[(Halaman 6 dari 7) Setelah ada ijin dari pihak Sidauruk maka pada Tanggal 28-30 Juni 2001 diadakanlah gondang dipulau malau sebagai tanda bahwa pulau malau telah kembali sekaligus mempersatukan keturunan orang tuanya Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon. Semua keturunan iboto Nantinjo hadir dalam acara tersebut, bahkan hadir hasorangan yang jumlahnya delapan belas orang yang membawakan nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=117&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:auto;"></div>
<p><strong>(Halaman 6 dari 7)</strong></p>
<p align="justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-173" title="Nyi dan Naga" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/nyi-dan-naga.gif?w=150&#038;h=103" alt="Nyi dan Naga" width="150" height="103" />Setelah ada ijin dari pihak Sidauruk maka pada Tanggal 28-30 Juni 2001 diadakanlah gondang dipulau malau sebagai tanda bahwa pulau malau telah kembali sekaligus mempersatukan keturunan orang tuanya Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon. Semua keturunan iboto Nantinjo hadir dalam acara tersebut, bahkan hadir hasorangan yang jumlahnya delapan belas orang yang membawakan nama Nantinjo datang pada saat itu.</p>
<p><span id="more-117"></span></p>
<p align="justify">Ketika acara sudah dimulai hasorangan yang membawakan Nantinjo mulai kesurupan satu-persatu, namun namboru Nantinjo yang sebenarnya belum datang. Diperkirakan ia sedang memantau apa saja yang dikatakan oleh orang -orang yang mengaku sebagai hasorangannya, karena jikalau benar sebagai hasorangan, Nantinjo harus tau apa yang dikatakan serta apa yang harus diperbuat dalam acara tersebut. Begitu hebatnya perdebatan yang terjadi pada saat itu antara yang mengaku hasorangan Nantinjo dengan keturunan iboto Nantinjo, akhirnya Nantinjo datang melalui nai Hotni. Ia mengumpulkan orang -orang yang mengaku sebagai hasorangan Nantinjo, dia mengatakan “bahwa mereka adalah sebahagian yang membawa tas (hajut) serta pengawal Nantinjo. kemudian Nantinjo meminta mereka semua menangis di hadapan yang hadir di acara tersebut.</p>
<p align="justify">Semua yang mengaku hasorangan Nantinjopun menangis, lalu Nantinjo menyuruh panuturinya (penterjemah) ama nihotni untuk mempersiapkan napuran (debban) untuk dibagi-bagikan kepada mereka sebagai upah. Tanpa sepengetahuan keturunan ibotonya, Nantinjo melakukan semua itu kepada orang-orang yang mengaku hasorangannya dengan tujuan supaya keturunan ibotonya itu mengetahui siapa sebenarnya yang dipilihnya menjadi hasorangannya dan sebagai tambahan yang sangat renting. Untuk menambah pengetahuan para pembaca bahwa tikar tempat duduk namboru Nantinjo harus tiga lapis yang mempunyai arti bahwa namboru Nantinjo sudah menjalani Banua Toru (tenggelam didanau toba) Banua Tonga (semasa hidupnya) dan Banua Gijang (menghadap Yang Kuasa).</p>
<p align="justify">Tujuan mulia yang dilakukan Nantinjo kepada keturunan ibotonya, ternyata disalahartikan oleh keturunan ibotonya. Pulau malau yang seharusnya sudah kembali kepada si pemilik menjadi permasalahan kembali karena pihak sidauruk tidak mau lagi memberikan surat-surat pulau malau karena keturunan iboto Nantinjo. bahkan kabarnya sebahagian pihak malau saat ini berusaha agar hasorangan namboru nantinjo harus boru malau.</p>
<p align="justify">Berbagai cara dilakukan malau yang ada di simanindo untuk menggagalkan kembalinya pulau malau, yang seharusnya sesuai dengan janji atau sumpah kakeknya ketika melihat pulau malau pertama kali harus mereka laksanakan. Kita saja kalau makam orang tua kita diserobot orang kita pastilah marah. Mengapa pulau malau sebagai pertanda dari leluhur kita tidak kita rawat sebaik mungkin, malah saat ini justru orang lain yang memilikinya. Tidak tertutup kemungkinan hal ini yang membuat keturunan Oppu Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon semakin susah hidupnya. Pernahkah kita menyadari hal ini. Hal ini juga yang membuat namboru Nantinjo setengah hati untuk membantu keturunan dari ibotonya karena Nantinjo merasa sedih kita keturunan ibotonya membiarkan sibuk-sibuk (daging) namboru kita dikuasai orang lain.</p>
<p align="justify">Tidak tertutup kemungkinan semakin menderita kehidupan masyarakat Batak disekitar Danau Toba serta pulau samosir saat ini disebabkan Pulau malau dikuasai marga Sidauruk serta kurangnya perhormatan yang kita lakukan terhadap leluhur. Coba kita kilas balik ke belakang, zaman Nahum Situmorang almarhum, beliau sampai berani menciptakan lagu pulau Samosir yang terkenal dengan kacangnya serta padinya, Tao Toba, Parapat sebagai Kota turis. Sekarang apa yang kita lihat tidak ada perkembangan bahkan dapat kita katakan lagu-Iagu ciptaan Bang Nahum Situmorang untuk saat ini tidak berlaku lagi melihat kondisi pulau samosir dan Danau Toba, coba kita renungkan dan kita benahi.</p>
<p align="justify"><strong> Pesta Mempersatukan Keturunan Ompu Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon Mangkaroani Air Batu Sawan Ompu Raja Uti</strong></p>
<p align="justify">Tanggal 17-18-19 Juni 2002</p>
<p align="justify">Pada Tanggal 17-19 Juni 2002 namboru Nantinjo mengadakan gondang selama tiga hari-tiga malam untuk mempersatukan keturunan abangnya didesaParik Sabungan Limbong Sianjur Mula-mula. Sesuai dengan adat yang telah berlaku. Undangan yang telah disebarkan kepada keturunan Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon dengan Pemerintah setempat Bupati, Camat, Kepala Desa serta Raja Adat turut menghadiri acara tersebut.</p>
<p align="justify">Dalam acara tersebut keturunan Ompu Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon memberikan kenang-kenangan berupa Ulos Batak kepada robongan Bupatibeserta jajarannya serta memberikan buku sejarah Nyi Roro Kidul yang menceritakan bahwa dia adalah Putri sulung dari Raja Batak, Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon yang bernama Biding Laut. Selanjutnya Bupati memberikan bantuan sebagai tanda turut berpartisipasi. Pada malam harinya yang hadir meminta kepada nai Hotni boru Sagala untuk memanggil namboru Nantinjo untuk bercerita kepada keturunan abangnya.</p>
<p align="justify">Setelah acara ritual dilaksanakan namboru Nantinjo datang dan bercerita bahwa abangnya Saribu Raja dan Lau Raja telah kembali ke kampung halamannya karena keturunannya telah bersatu hati. Katanya “ Ia sangat bahagia melihat abangnya telah melihat kalian telah bersatu”. Keturunan abangnya pun mengucapkan terima kasih kepada namboru meminta kepada Oppung agar memberkati kami keturunannya.</p>
<p align="justify">Keesokannya, dipagi hari, tanpa sepengetahuan seorangpun melalui hasorangannya A. Raja Limbong dari sidikkalang Oppu Raja Uti datang dan menceritakan kegembiraan serta kebahagiannya melihat keturunannya telah bersatu.</p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=117&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/nyi-dan-naga.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Nyi dan Naga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NAMBORU MENGADAKAN GONDANG DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 07:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[(Halaman 5 dari 7) Untuk mempersatukan seluruh keluarga dari saudaranya laki-Iaki (ibotonya) namboru Nantinjo mengadakan Pesta Budaya Batak di Taman Mini Indonesia Indah (TMIl) pada tanggal 7 Oktober 2000. Seluruh keturunan (pomporan) ibotonya pada saat itu hadir dalam acara tersebut. Pada kesempatan itu namboru Nantinjo menceritakan riwayat hidupnya, serta memperagakan bagaimana dia tenggelam di danau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=115&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:auto;"><strong><br />
</strong></div>
<p><span style="font-weight:normal;">(H</span>alaman 5 dari 7)</p>
<p align="justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-170" title="Ratu pantai selatan" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/pantai-selatan.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Ratu pantai selatan" width="150" height="112" />Untuk mempersatukan seluruh keluarga dari saudaranya laki-Iaki (ibotonya) namboru Nantinjo mengadakan Pesta Budaya Batak di Taman Mini Indonesia Indah (TMIl) pada tanggal 7 Oktober 2000. Seluruh keturunan (pomporan) ibotonya pada saat itu hadir dalam acara tersebut. Pada kesempatan itu namboru Nantinjo menceritakan riwayat hidupnya, serta memperagakan bagaimana dia tenggelam di danau toba. Seluruh keturunan ibotonya itu sangat antusias ingin mengetahui sejarah yang sebenarnya.</p>
<p><span id="more-115"></span></p>
<p align="justify">Namboru Nantinjo selalu menjawab apa yang dinginkan keturunan ibotonya. Pada saat acara berlangsung terjadi keajaiban yang luar biasa, turunnya hujan yang sangat deras disertai angin yang sangat kencang. Ternyata penguasa alam gaib datang bertanya kepada Nantinjo siapa kamu berani-berani membuat acara ditempat saya? Nantinjo menjawab, saya keturunan Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon. Abang saya Raja Uti, Saribu Raja,Limbong Mulana dan Sagala Raja. lalu Nantinjo balik bertanya, siapa gerangan penguasa alam gaib yang datang? Yang ditanya hanya diam seribu bahasa. Namun dia menangis sepertinya ikut merasakan kepedihan hati Nantinjo. Karena tidak ada jawaban dari penguasa alam gaib tersebut, Nantinjo akhirnya berkata: “siapapun kamu yang datang ini, saya mohon jangan ganggu acara yang sedang saya lakukan, dan saya harap kamu bersedia membantu saya mengembalikan pulau malau yang telah diambil oleh orang lain”. Penguasa alam gaib itu tetap diam namun tidak bergeming dari tempatnya, acarapun dilanjutkan kembali.</p>
<p align="justify">Ketika sedang asik menari (manortor) tiba-tiba namboru Nantinjo mendadak datang dan bercerita kembali sambil bertanya kepada keturunan ibotonya, apakah mereka mau membantu dia untuk mengembalikan pulau malau? serempak keturunan ibotonya menyanggupi permintaan Nantinjo. Setelah semua keturunan ibotonya menyanggupi permintaan Nantinjo ditentukanlah kapan dan bagaimana cara pengembalian pulau malau. Setelah berunding, ditentukanlah siapa yang ditunjuk sebagai perwakilan untuk menemui keluarga sidauruk, dan selanjutnya akan diadakan gondang di pulau Malau setelah urusan dengan Marga Sidauruk selesai.</p>
<p align="justify">Utusan yang sudah ditentukan berangkat menuju rumah Sidauruk tanggal 02 Pebruari 2002 untuk membicarakan surat-surat pulau Malau,namun pihak Sidauruk meminta agar mereka membawa perwakilan malau yang ada di Simanindo dua atau tiga orang, jikalau sudah ada, maka utusan Malau dari simanindo pihak sidauruk akan memberikan surat-surat pulau Malau.</p>
<p align="justify">Utusan yang dikirim meminta ijin kepada pihak Sidauruk untuk mengadakan gondang di pulau malau, dan hal itupun disetujui. Sambil menunggu Malau dari simanindo dapat diundang untuk dapat bertemu dengan pihak sidauruk.</p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=115&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/pantai-selatan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Ratu pantai selatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TURUNNYA ROH NANTINJO</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[(Halaman 4 dari 7 Setelah Nantinjo tenang bersama ibunya disisi Yang Kuasa, pada suatu hari ibunya meminta Nantinjo untuk turun kebumi untuk melihat keturunan ibunya. Itulah pertama sekali Nantinjo menumpang ke tubuh orang (marhuta  hula) di desa sagala. Pada saat itu ada seorang ibu, istri dari marga sagala sedang pendarahan dan Nantinjo menumpang ke tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=113&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:auto;"><strong><br />
</strong></div>
<p>(Halaman 4 dari 7</p>
<p align="justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-168" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/ibu-ratu-4sale-horse.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Setelah Nantinjo tenang bersama ibunya disisi Yang Kuasa, pada suatu hari ibunya meminta Nantinjo untuk turun kebumi untuk melihat keturunan ibunya. Itulah pertama sekali Nantinjo menumpang ke tubuh orang (marhuta  hula) di desa sagala. Pada saat itu ada seorang ibu, istri dari marga sagala sedang pendarahan dan Nantinjo menumpang ke tubuh orang yang kurang waras.</p>
<p><span id="more-113"></span></p>
<p align="justify">Nantinjo meminta air untuk menyembuhkan si ibu namun orang-orang yang ada dirumah itu berserta keluarga si ibu tersebut mengatakan bagaimana kamu bisa membantu, kamu saja kurang waras, namun Nantinjo tetap meminta air, akhirnya mereka memberikan air yang diminta Nantinjo dan dia mengobati si ibu.</p>
<p align="justify">Betapa herannya orang yang ada dirumah itu karena si ibu dapat sembuh. Akhirnya mereka bertanya “siapa kamu sebenarnya, lalu Nantinjo menjawab: saya adalah namboru kalian Nantinjo” mereka menjawab Nantinjokan sudah tenggelam, tetapi Nantinjo menjawab bahwa Rohnyalah yang menumpang pada orang yang kurang waras tersebut serta mengatakan “Jikalau kalian butuh bantuan panggillah namaku, terlebih kalau di danau toba. Natinjo juga berpesan kepada mereka, kalau telur ayam kalian mengecil jangan kalian takut sebab akulah yang meminta, kalau padimu tertinggal disawah dan tidak dapat kamu panen akulah yang memintanya. Kemudian Nantinjo kembali lagi kesisi ibunya.</p>
<p align="justify">Melihat keturunannya (pomparan) semakin berantakan serta sering memanggil-manggil nama putrinya Akhirnya Ibunya Sibaso Bolon meminta Nantinjo kembali ke dunia untuk membantu keturunannya dan mengupayakan untuk mempersatukan kembali keturunan ibunya.</p>
<p align="justify">Sekarang Nantinjo dapat kita temui melalui nai Hotni yang ada di Cianjur untuk meminta pertolongan ataupun menggali sejarah Pomparan Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon. Sebelumnya nai Hotni juga tidak mengetahui kalau dirinya telah dipilih Nantinjo sebagai hasorangan (yang menggendong Nantinjo). Memang semenjak kecil telah terjadi keanehan yang selalu dibuat nai Hotni melalui Nantinjo. Pada usia empat tahun nai Hotni telah menyembuhkan seorang gadis yang sakit parah bahkan sudah divonis dokter tidak panjang umur. Saat ini gadis yang divonis harus meninggal itu masihlah hidup dan umurnya kira-kira 60 tahun kurang lebih. Dan gadis itu berada di daerah sidikalang, tepatnya di sumbul. Dan yang lebih aneh jikalau nai Hotni marah ataupun sedang kesal diwaktu kecil cukup diberikan sebuah jeruk purut, maka amarah dan kesalnya akan hilang, tidak seperti kebiasaan anak lainnya yang dapat dibujuk dengan permen atau mainan.</p>
<p align="justify">Nai Hotni adalah hasorangan namboru Nantinjo yang ke Lima. Yang pertama gadis yang kurang waras di desa sagala meskipun hanya sekejap,yang kedua sampai ke empat namboru memilih dari boru Limbong, boru sagala dan boru malau. Sebelum nai Hotni resmi menjadi hasorangan Nantinjo kehidupannya sangat menderita. Kalau kita mendengar ceritanya hampir mirip dengan penderitaan Nantinjo, semenjak merantau tahun 1994 ke pulau Jawa, tepatnya Jawa Barat kehidupan keluarga nai Hotni sangat menderita. Adapun tujuan mereka merantau untuk merubah nasib namun ternyata justru penderitaan yang datang silih berganti.</p>
<p align="justify">Pada saat itu nai Hotni dengan suaminya hidup dari berdagang. Agar dagangannya laris mereka mencoba meminta bantuan kepada orang pintar (Dukun), orang pintar tersebut mengatakan bahwa nai Hotni tidak perlu minta bantuan karena ada yang mengikutinya, nai Hotni pun menoleh dan menjawab tidak ada yang mengikuti saya! Sang dukun mengatakan bahwa dia diikuti wanita yang berjubah putih. Semakin penasaran nai Hotni lalu bertanya siapa? Namborumu jawab dukun itu, wong namboru saya masih hidup jawab Nai Hotni sang dukun tersebut menjawab, yang diatas, karena bingung Nai Hotnipun akhirnya pulang.</p>
<p align="justify">Suatu ketika, si Hotni demam lalu nai Hotni membawa anaknya ke dukun untuk minta diobati namun sang dukun tidak mau memberikan dengan alasan tidak mampu mengobati karena dihalang-halangi wanita berjubah putih. Sang dukun mengatakan hanya pakai air liur ibu saja anak ibu sehat, karena bingung dan bercampur kesal ia pun pun pulang kerumah. Sesampai dirumah sambil tiduran menjaga si Hotni, dia teringat apa yang dikatakan dukun tadi, lalu Nai Hotni mengusapkan liurnya kedahi putrinya, setelah diusapkan ternyata panas si Hotni benar-benar hilang.</p>
<p align="justify">Akhir tahun 1995 nai Hotni jatuh sakit, dokter sudah menyatakan tidak sanggup untuk menyembuhkan nai Hotni, suaminya sangat bingung mau dibawa kemana istri tercintanya? dibawa berobat sementara penghasilanpun sudah tidak ada, disaat sang suami sudah pasrah datanglah seorang ibu menganjurkan agar nai Hotni mengurus namboru yang selalu mengikutinya. Ibu itu juga mengatakan ia hanya dapat memberikan jeruk purut (anggir) ini untuk diminum. nai Hotnipun meminum jeruk purut tersebut dan kesehatannya pun mulai membaik.</p>
<p align="justify">Kemudian sang suami memutuskan untuk mengadakan gondang (gendang) dikampung, namun tidak mungkin dilakukan karena pada saat itu karena nai Hotni sedang hamil tua. Karena tidak jadi mengadakan gondang, kehidupan nai Hotni semakin runyam dan tersiksa. Akibat rasa sakit yang tidak tertahankan lagi akhirnya ama nihotni pun memutuskan untuk segera mengadakan gondang tahun 1997 di kampung. Setelah mengadakan gondang barulah datang Namboru Paraek Bunga-bunga setelah itu baru Namboru Nantinjo datang ke nai Hotni.</p>
<p align="justify">Memanggil namboru Nantinjo harus terlebih dahulu memanggil Namboru Paraek Bunga-bunga sebab kesucian Namboru Nantinjo lebih tinggi, tidak boleh Nai Hotni langsung memanggil Namboru Nantinjo. Inilah satu pertanda dimana namboru Nantinjo yang sebenarnya.</p>
<p align="justify">Pada tahun 1999 Namboru Nantinjo mengadakan gondang di Buhit pulau Samosir. Pada saat itu sesepuh dari marga Limbong tidak memberikan ijin dikarenakan tidak pernah ada yang dapat mengadakan gondang ditempat itu katanya! Lalu namboru menjawab, kenapa kamu melarang sayamembuat gondang di kampung saya sendiri? kalau yang lain bisa kamu larang, tetapi saya tidak boleh kamu larang! Akhirnya sesepuh limbong tidak dapatberbuat apa-apa gondang pun dilaksanakan. Gondang tersebut berjalan dengan lancar dan sejak saat itulah orang-orang yang membawakan nama Namboru Nantinjo mengadakan acara gondang dibuhit.</p>
<p align="justify">Satu tahun kemudian Namboru Nantinjo mengadakan gondang di Simanindo tepatnya tanggal 9 Juni 2000, untuk Patappehon Oppung Silau Raja kepada hasorangannya Nai Dianto boru Sidauruk Istri dare Ama Dianto Malau yang sekaligus menjaga Bulu Turak Namboru Nantinjo. Melalui hasorangan namboru Nantinjo nai Hotni boru sagala, acara patappehon oppung Silau Raja berjalan dengan lancar.</p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=113&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/ibu-ratu-4sale-horse.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AWAL TERJADINYA PULAU MALAU</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[(Halaman 3 dari 7 Nantinjo adalah putri bungsu dari Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon dari sepuluh bersaudara, anak yang pertama adalah Raja Uti, ke dua Saribu Raja, ke tiga Limbong Mulana, ke empat Sagala Raja, ke lima Lau Raja sedangkan perempuan yang pertama adalah Biding Laut, ke dua Boru Pareme, ke tiga Anting Haumasan, ke empat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=110&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:auto;"><strong><br />
</strong></div>
<p>(Halaman 3 dari 7</p>
<p align="justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-166" title="Pulao malau" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/pulao-tao-dibesarkan.jpg?w=150&#038;h=101" alt="Pulao malau" width="150" height="101" />Nantinjo adalah putri bungsu dari Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon dari sepuluh bersaudara, anak yang pertama adalah Raja Uti, ke dua Saribu Raja, ke tiga Limbong Mulana, ke empat Sagala Raja, ke lima Lau Raja sedangkan perempuan yang pertama adalah Biding Laut, ke dua Boru Pareme, ke tiga Anting Haumasan, ke empat Sinta Haumasan dan ke lima Nantinjo. Kita dapat berbicara langsung dengan Nantinjo melalui Nai Hotni Boru Sagala yang tinggal di Cianjur Jawa Barat yang menjadi tempat masuknya Roh Nantinjo (Hasorangan). Tujuan Nantinjo kembali kedunia adalah untuk mengobati, membantu orang yang meminta pertolongan terlebih keturunan dari Bapak dan Ibunya serta meluruskan sejarah asal mula keturunan dari keluarganya dan mempersatukan kembali keturunan Bapaknya Guru Tatea Bulan/Sibaso Bolon.</p>
<p><span id="more-110"></span></p>
<p align="justify">Semasa hidupnya, Nantinjo mengalami penderitaan yang cukup berat, sebab ketika lahir kedunia ini saja dia tidak sempuma, dikatakan wanita bukan, pria juga bukan.Pada saat umurnya sepuluh tahun kedua orang tua Nantinjo telah di panggil Yang Kuasa. Semenjak ditinggal kedua orang tuanya semakin beratlah penderitaan yang dialaminya. Nantinjo tinggal bersama abangnya Limbong Mulana, karena yang tinggal dikampung pada saat itu hanyalah ketiga abangnya Limbong Mulana, Sagala Raja serta Lau Raja, sedangkan abangnya Raja Gumeleng-Geleng telah pergi dibawa oleh Yang Kuasa kepuncak Gunung Pusuk Buhit. Abangnya yang nomor dua Saribu Raja telah pergi juga merantau entah kemana rimbanya, dikarenakan adanya skandal cinta dengan adiknya sendiri Boru Pareme.</p>
<p align="justify">Kemelut keluarga yang begitu hebat telah melanda keluarga Nantinjo sehingga abangnya yang nomor tigalah yang harus bertanggung jawab atas diri Natinjo sepeninggal kedua orang tuanya. Walaupun Nantinjo tinggal dirumah abangnya sendiri, penderitaan yang dialaminya sangat berat karena begitu besar tanggungjawab yang dibebankan abangnya terhadap dirinya mulai dari mengurus rumah, mengasuh anak-anak, serta mencari bahan makanan ke hutan. Dan yang membuat hati Nantinjo sangat menderita apabila Nantinjo salah sedikit saja pastilah dia mendapat hukuman dari abangnya. Siksaan demi siksaan diterima Natinjo hari lepas hari dari abangnya tersebut. Meskipun begitu berat penderitaannya Nantinjo pasrah, sebab tumpuan harapan pengaduannya telah pergi merantau entah kemana.</p>
<p align="justify">Nantinjo mempunyai keahlian bertenun, maklumlah pada saat itu dia harus bertenun jika ingin mempunyai pakaian. Setiap bertenun, Nantinjo selalu melantunkan syair lagu penderitaannya dengan berlinang air mata sambil memohon kepada yang Kuasa agar ditunjukkan jalan padanya untuk dapat keluar dari deritanya. Melihat dan mendengar penderitaan serta jeritan hati Nantinjo, Yang Kuasa akhirnya menunjukkan jalan keluar kepada Nantinjo. Pada suatu saat datanglah abangnya Lau Raja bertamu kerumah Limbong Mulana, melihat adiknya sedang menangis hatinya sedih, sebagai abangnya Lau Raja penasaran dan bertanya kepada sang adik, mengapa engkau menangis Nantinjo? Namun pertanyaan abangnya itu bukan membuat Nantinjo diam malah membuat tangisan Nationjo semakin keras. Lau Raja pun mendekati adiknya, dipeluk dan dihibur adiknya dengan penuh kasih sayang sambil bertanya ada apa gerangan yang membuat hati adiknya begitu pilu dan sedih? Sadar bahwa abangnya begitu sayang kepadanya, Nantinjo akhirnya menceritakan segala penderitaannya dan menunjukkan luka dipunggungnya akibat siksaan yang kerap dilakukan abangnya Limbong Mulana kepadanya.</p>
<p align="justify">Tanpa sadar Lau Raja memanggil nama ibunya“Sibaso Bolon” sambil berujar “teganya kamu Ibu, membiarkan putri bungsumu mengalami penderitaan yang begitu berat dan tidak berkesudahan”. Sambil membelai adiknya, Lau Raja mengajak Natinjo pergi dari rumah Limbong Mulana dan ia berjanji akan menyayangi Natinjo. Mendengar ucapan dan janji abangnya, Nantinjo langsung mengikuti ajakan Lau Raja. Akhirnya Lau Raja membawa Nantinjo ke Simanindo Pulau Samosir tempatnya tinggal .Semenjak tinggal dengan Lau Raja. Nantinjo merasa senang, tenang dan bahagia. Nantinjo diberi kebebasan untuk melakukan kesenangannya bertenun walaupun abangnya miskin .</p>
<p align="justify">Hari lepas hari berganti, tak terasa Nantinjo sudah mulai berkembang menjadi gadis remaja yang anggun, cantik dan bersahaja. Kecantikan wajah dan sikap Nantinjo yang tidak pernah membedakan teman-temannya semakin menambah harum namanya terlebih dikalangan pemuda. Nantinjo menjadi gadis pujaan semua lelaki baik dikampungnya maupun dari kampung seberang danau toba. Seorang pemuda dari perkampungan (Huta) Silalahi sangat tertarik kepada Nantinjo dan ingin menjadikannya sebagai pendampingnya seumur hidup. Tanpa mengadakan pendekatan kepada Nantinjo, pemuda tersebut langsung meminta kedua orang tuanya untuk segera meminang Nantinjo. mendengar permintaan sang anak, orang tua pemuda tersebut sangat senang dan bangga ternyata putra mereka bemiat meminang bunga desa dari Simanindo.</p>
<p align="justify">Tanpa membuang banyak waktu, pihak keluarga tersebut akhirnya berangkat beserta rombongan ke rumah Lau Raja. Dengan maksud untuk meminang Nantinjo yang akan dijadikan istri dari putranya. Setelah mendengar dan mendapat pinangan tersebut, Lau Raja mengundang kedua abangnya Limbong Mulana dan Sagala Raja untuk mengadakan rapat keluarga, untuk menentukan apakah pinangan tersebut diterima atau tidak.</p>
<p align="justify">Ternyata, kedua abangnya mempunyai pendapat yang sama yaitu menerima pinangan tersebut. Namun Lau Raja berpendapat bahwa Nantinjo yang harus menentukan keputusan itu, diterima atau tidaknya lamaran tersebut. Kemudian mereka memanggil Nantinjo untuk hadir dalam rapat keluarga tersebut, dan mempertanyakan kepada Natinjo apakah ia bersedia menerima pinangan pihak laki-Iaki dari seberang danau toba itu? Sadar akan keberadaan dirinya yang laki-laki bukan perempuan juga bukan dengan spontan Nantinjo menjawab bahwa dirinya belum siap untuk berumah tangga. Dengan alasan Natinjo ingin menyelesaikan tenunannya terlebih dahulu agar dia bisa memakainya suatu saat nanti jika ia telah siap untuk berumah tangga.</p>
<p align="justify">Namun abangnya Limbong Mulana tidak memperdulikan jawaban Nantinjo dan tidak memberikan kesempatan kepada Nantinjo untuk menolak. Katanya “kamu harus menerima pinangan tersebut”. Mendengar paksaan dari abangnya itu tanpa sadar air mata Nantinjo menetes dipipi, dia berpikir tidak akan bisa melawan keinginan abangnya Limbong Mulana. Nantinjo melayangkan pandangan kepada abangnya Lau Raja dengan harapan dapat membela dirinya, namun Lau Raja pun tidak dapat membela adik yang sangat disayanginya itu karena dia sendiripun takut akan amarah abangnya Limbong Mulana. Melihat situasi seperti itu Nantinjo hanya dapat menangis dan menjerit meratapi nasibnya dalam hati.</p>
<p align="justify">Hanya Nantinjo sendiri yang tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Ketiga abangnya tidak mengetahui bahwa Nantinjo tidak sempurna dilahirkan kedunia ini sebagai seorang wanita. Nantinjo menolak karena dia menyadari bahwa dia tidak akan dapat membahagiakan calon suaminya dikemudian hari. Nantinjo berusaha berpikir keras, alasan apalagikah yang tepat untuk dapat menolak lamaran tersebut.</p>
<p align="justify">Nantinjo terus berfikir, berusaha mencari alasan untuk menolak lamaran tersebut. Akhirnya dia mendapat ide dan mengatakan kepada abangnya: “Saya bersedia menerima pinangan dengan syarat pihak laki-laki itu harus dapat menyediakan emas satu perahu penuh serta uang ringgit satu perahu penuh” Mendengar persyaratan yang diberikan Nantinjo ternyata orang tua calon suaminya siap memenuhi permintaannya itu, bahkan calon mertuanya mengatakan lebih dari permintaanmu kami dapat kami penuhi.</p>
<p align="justify">Setelah kedua belah pihak sepakat, pihak lelaki kembali ke kampungnya diseberang Pulau Samosir. Keesokan harinya, pihak laki-laki itupun datang kembali beserta rombongan dengan membawa persyaratan yang diminta Nantinjo, yaitu emas satu perahu dan ringgit satu perahu.</p>
<p align="justify">Melihat emas satu perahu dan ringgit satu perahu keserakahan Limbong Mulana timbul, sikapnya langsung berubah lembut kepada Nantinjo. Dengan lembut Limbong Mulana mengatakan kepada adiknya “sekarang kamu tidak memiliki alasan lagi untuk menolak pinangan calon suamimu itu adikku, sebab calon mertuamu sudah memenuhi permintaanmu disaksikan ketiga abang -abangmu serta khalayak ramai. Begitu tulusnya calon mertuamu menjadikan kamu sebagai menantu, dan sebagai abangmu yang tertua diantara kami, aku memutuskan bahwa kamu harus berangkat saat ini juga ikut dengan suamimu, Doa Restu dari kami abang-abangmu menyertai keberangkatanmu. Kami mendoakan kiranya Tuhan memberikan kebahagian lahir maupun batin kepada kamu” kata Limbong Maulana panjang lebar.</p>
<p align="justify">Dengan hati yang hancur Nantinjo menatap abangnya satu persatu sambil berkata kepada abangnya Lau Raja : “Jikalau memang saya harus berangkat untuk berumah tangga dengan calon suami saya yang bukan pilihan hati saya, tetapi dikarenakan godaan emas dan ringgit satu perahu, ternyata kalian tega memaksa saya untuk berumah tangga, bagiku tidak ada pilihan kecuali menerima namun permintaanku pada abang: ”Kumpulkanlah semua apa yang menjadi milikku termasuk alat yang selalu kupakai untuk bertenun. Bambu turak ini tempat benang tenunku tolong tanamkan di ujung desa ini, suatu saat nanti semua keturunan Bapak dan Ibuku akan melihat dan mengingat saya yang penuh dengan penderitaan.”</p>
<p align="justify">Lau Raja memenuhi permintaan adiknya dan berjanji akan melaksanakannya. Nantinjopun akhirnya menaiki perahu kesayangannya dan berangkat meninggalkan kampung itu mengikuti rombongan calon suaminya. Sambil mendayung perahu hati Nantinjo terus gusar. Dia tidak dapat membayangkan apa yang bakal terjadi setelah sampai dikampung calon suaminya nanti. Kegundahan dan kekalutan pikiran Nantinjo tidak menemukan jawaban, kemudian Nantinjo memohon dan berseru kepada ibunya Sibaso Bolon, “Bu, mengapa ini harus terjadi, seandainya dahulu ibu cerita kepada semua abangnya tentang keadaan Natinjo yang sebenarnya, mungkin ini tidak akan terjadi. lbulah yang bersalah serta Limbong Mulana yang tergoda dengan emas dan ringgit satu perahu”. Dengan hati yang sangat pilu Nantinjo bertanya kepada Ibunya, “masihkah lbu sayang pada putrimu ini? kalau lbubenar-benar masih sayang dengarkanlah jeritan hati putrimu ini yang pal ing dalam. lbu! saya tidak mau berumah tangga sebab itu hanya akan membuat aib dikeluarga, Putrimu ini rela berkorban demi nama baik keturunan Bapak dan lbu di kemudian hari. Saya tahu ibu dapat berkomunikasi langsung dengan Yang Kuasa, Pintalah kepada Yang Kuasa agar saya lepas dari penderitaan ini dan persatukanlah saya dengan ibu”. Mendengar jeritan sang putri yang sangat memilukan hati, ibunya pun meminta kepada Yang Kuasa. Maka seketika itu juga turunlah hujan yang sangat lebat, angin dan badaipun datang menerjang perahu Nantinjo. Gemuruh ombak disertai halilintar turut menangis melihat penderitaan Nantinjo. Akhirnya perahu Nantinjopun tenggelam ditelan ombak danau toba. Nantinjo menemui ajalnya seketika itu juga. Ketiga abangnya yang menyaksikan hal itu merasa bersalah serta takut.</p>
<p align="justify">Bahkan setelah Limbong Mulana memeriksa emas dan ringgit satu perahu yang diberikan calon suami adiknya ternyata hanya diatasnya saja emas dan ringgit dibawahnya hanya gundukan pasir dan tanah. Penyesalan yang timbul selalu datang terlambat, apa mau dikata Nantinjo sudah tenggelam ke dasar danau toba.</p>
<p align="justify">Keesokan harinya disaat orang masih tertidur pulas Lau Raja pergi kepantai tempat perahu Nantinjo diberangkatkan dengan harapan dapat menemukan adiknya hidup maupun mati. Ditelusurinya sepanjang pantai namun tidak ditemukan jasad adiknya. Sambil menangis tersedu-sedu Lau Raja meminta dalam hatinya kepada Yang Kuasa agar jasad adik yang disayanginya dapat ditemukan.</p>
<p align="justify">Sayup-sayup Lau Raja mendengar bisikan: “Adikmu Nantinjo sudah saya bawa ketempat yang aman, sekarang dia bersama ibumu. Anakku hapuslah air matamu, dan lihatlah ketempat dimana perahu adikmu tenggelam, disitu kau akan melihat satu keajaiban dunia, perahu adikmu akan muncul kembali berupa pulau.“ Inilah sebagai pertanda bagi keturunanku di kemudian hari betapa tulus dan mulia pengorbanan adikmu, tidak pernah mau membuat saudaranya malu dan terhina dihadapan orang“.</p>
<p align="justify">Tiba-tiba Lau Raja tersadar dan melihat dimana perahu adiknya tenggelam, dengan rasa kaget dia melihat apa yang dibisikkan oleh ibunya.Timbulnya pulau itu membuat Lau raja merasa adiknya Nantinjo serasa hidup kembali, dan dia berjanji pada diri sendiri bahwa ia beserta seluruh keturunannya harus menjaga dan merawat serta menyayangi pulau itu, sebagaimana dia menyayangi adiknya.Lau Raja memberi nama pulau itu“PulauMalau”.</p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=110&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/pulao-tao-dibesarkan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pulao malau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKAPUR SIRIH</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:19:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[(Halaman 2 dari 7 Penulis terbuka pikiran dan hasrat untuk membuat jilidan buku ini atas saran dan pesanRatu Nyi Roro Kidul dan Namboru Nantinjo, yang meminta kepada penulis agar dibuat sebuah buku yang menceritakan kisah mereka. Berita dan cerita tersebut haruslah menyebar kepada masyarakat banyak melalui melalui media elektronik, media cetak, VCD, DVD bahkan dibuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=107&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<h2></h2>
<h2></h2>
<h2></h2>
<div style="text-align:auto;">(Halaman 2 dari 7</div>
<p align="justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-162" title="ratu" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/ratu.jpg?w=150&#038;h=111" alt="ratu" width="150" height="111" />Penulis terbuka pikiran dan hasrat untuk membuat jilidan buku ini atas saran dan pesanRatu Nyi Roro Kidul dan Namboru Nantinjo, yang meminta kepada penulis agar dibuat sebuah buku yang menceritakan kisah mereka. Berita dan cerita tersebut haruslah menyebar kepada masyarakat banyak melalui melalui media elektronik, media cetak, VCD, DVD bahkan dibuat ke Film Layar Lebarnya.</p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p align="justify">Ratu Nyi Roro Kidultelah kami jemput dan telah bertemu kembali dengan Saribu Raja pada hari Senin Tgl, 01 &#8211; 03 &#8211; 2004 di Gua Parang Tritis, Yogyakarta. Dalam pertemuan itulah isak tangis yang memilukan dan kesedihan yang selama ini dipendam sepanjang perjalanan kekuasaannyasebagai Ratu, tertumpah.</p>
<p align="justify">Senin Tgl, 01 &#8211; 03-2004, semua yang selama ini dicari Ratu Nyi Roro Kidul telah tergenapi dan kerajaan sebagai Ratu Pantai Selatan telah sempurna. Kamipun sudah menyambut kedatangan Ratu ke pangkuan Si Raja Batak denganNasi Tumpeng Ulos Makkopol, dan sesajen lainnya.</p>
<p align="justify">Demikianlah Buku Cerita ini kami buat atas saran dan arahan Ratu Nyi Roro Kidul dan Namboru Nantinjo Nasumurung sebagai dua Ratu Yang Berkuasa :</p>
<p align="justify">“LEGENDA NAMBORU NATINJO &amp; NAMBORU KANJENG RATU NYI RORO KlDUL BIDING LAUT”</p>
<h1>UCAPAN TERIMA KASIH</h1>
<p align="justify">Tak lupa kami mengucapkan Puji dan Syukur Kepada Sang Maha Pencipta Langit dan Bumi, karena atas Ridho-Nyalah semuanya ini dapat terlaksana.</p>
<p align="justify">Terima kasih kami juga haturkan kepada semua Arwah Leluhur Bangsa Indonesia diseluruh Persada Nusantara ini. Arwah Nenek Moyang kamiGuru Tatea Bulan dan Sibasobolon, Raja Uti, Biding Laut (Nyi Roro Kidul), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, Silau Raja, Namboro Pareme, TintinHaumasan, Sinta Haumasan, dun Namboru Nasumurung Siampudan (Nantinjo) dan juga Bere Niompui, Ompu Sisingamangaraja.Kepada semuaketurunan Oppu Guru Tatea Bulan baik yang langsung maupun tidak langsung, yang telah membantu kami dalam penerbitan buku ini. Kepada:Tom Pasaribu, Amani Hotni Sinurat, Nai Hotni Boru Sagala, Ama Dapot Limbong, Uban Pasaribu, Amani Fuji Tarihoran, Amani Parlin Malau, Sutan ParlindunganTanjung dun semua pihak yang telah membantu kami yang tak dapat kami sebut satu persatu.</p>
<p align="justify">Demikian juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua keturunan Jawa, Sunda dan Banten, dan Betawi, Madura, dan semua suku yangmenghargai leluhur kitaRatu Nyi Roro Kidul. Juga kepada Keraton Yogyakarta, Keraton Cirebon, Parang Tritis dan kuncennya, dan kru yang ada di sana. Dinas Pariwisata Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Samudra Beach Hotel dan Kuncennya, Pesanggrahan Karang Hawu, Karang Bolong Banten, Karang Bolong Surade dan semua tempat sakral Ratu Nyi Roro Kidul yang tak dapat kami sebutkan satu-persatu.</p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=107&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/ratu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ratu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Namboru Nantinjo &amp; Namboru Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan perkenan-Nya lah buku ini bisa dikeluarkan dan diterbitkan. Sebagai Salah satu usaha untuk melestarian Budaya Warisan dari leluhur Bangsa, Budaya Nasional Bangsa yang mengandung nilai-nilai universal termasuk kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam bingkai terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=105&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="margin:12pt 0;"><span style="font-size:18pt;font-family:Segoe UI;color:#333333;">KATA PENGANTAR</span></h1>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-160" title="pantai selatan" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/pantai-selatan1.jpg?w=150&#038;h=109" alt="pantai selatan" width="150" height="109" />Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan perkenan-Nya lah buku ini bisa dikeluarkan dan diterbitkan. Sebagai Salah satu usaha untuk melestarian Budaya Warisan dari leluhur Bangsa, Budaya Nasional Bangsa yang mengandung nilai-nilai universal termasuk kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam bingkai terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun peradaban bangsa yang semuanya sebagai ciptaan Sang Khalik, Tuhan Yang Maha Esa.</span></p>
<p><span id="more-105"></span></p>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Trebuchet MS;color:#333333;"> Penulis melihat dan mengacu pada UUD 1945 setelah Amademen keempat tahun 2002 dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN dan TAP MPR No. IV/MPRlI999 pada pasal 18 ayat 2), Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia dihormatiselaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.</span></p>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Trebuchet MS;color:#333333;">Maka penulis menganggap bahwa buku yang berjudul “LEGENDA NAMBORU NANTINJO &amp; NAMBORU KANJENG RATU NYI RORO KlDUL BIDING LAUT” merupakan suatu bentuk melestarikan cerita budaya leluhur agar generasi berikutnya tidak kehilangan akan adanya kepastian cerita yang sebenarnya.</span></p>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Trebuchet MS;color:#333333;"> Cerita dan isi dibuat atas saran dan pengungkapan langsung dan ilham dan sang mediator yang bisa berhadapan langsung dengan arwah leluhur kita itu. Kisah nyata cerita perjalanan yang masih ada sampai sekarang, dan peninggalannya masih sering diziarahi khalayak banyak.</span></p>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Trebuchet MS;color:#333333;">Di akhir kata pengantar ini, penulis memohon maaf jikalau ada kesalahan cerita dan kekurangan, kami bersedia untuk memperbaiki danmenjilid buku berikutnya ke arah yang lebih sempurna.</span></p>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Trebuchet MS;color:#333333;"> Bandung, September 2004</span></p>
<p style="line-height:14.25pt;margin:12pt 0;" align="justify"><span style="font-size:10pt;font-family:Trebuchet MS;color:#333333;">TIM PENYUSUN</span></p>
<div style="border-top-style:solid;border-top-width:1px;border-bottom-style:solid;border-bottom-width:1px;padding-top:1px;padding-bottom:1px;">
<h1><span style="color:#333333;font-size:x-small;"><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Halaman     <a title="Legenda Namboru Nantinjo dan Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/">1</a>     <a title="Sekapur Sirih" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-2/">2</a>   <a title="Awal Terjadinya Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> 3</a><a title="Halaman 3" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-3/"> </a>   <a title="Turunnya Roh Nantinjo" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-4/">4</a>    <a title="Namboru Mengadakan Gondang di Taman Mini" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/115/">5</a>    <a title="Mengembalikan Pulau Malau" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-6/">6</a>   <a title="Kembalinya Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul Biding Laut" href="http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut-7/"> 7</a></span></span></h1>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=105&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/14/legenda-namboru-nantinjo-namboru-kanjeng-ratu-nyi-roro-kidul-biding-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/pantai-selatan1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pantai selatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boru Saroding Pandiangan</title>
		<link>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/01/boru-saroding-pandiangan/</link>
		<comments>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/01/boru-saroding-pandiangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 09:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bona Gultom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Tanah Batak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pomparansirajasonang.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[SADA TIKKI, di parnangkok ni mataniari, laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do, marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. Nauli do rupani boru Saroding on. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. Tung mansai bahat do ro [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=95&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-97" title="Tao toba nauli" src="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/1.jpg?w=150&#038;h=96" alt="Tao toba nauli" width="150" height="96" />SADA TIKKI, di parnangkok ni mataniari, laho do manussi pahean huhut naeng maridi Boru Saroding tu tao Toba. Huta ni natorasna di holang-holang ni Palipi-Mogang do, marbariba ma tu Rassang Bosi dht Dolok Martahan. Nauli do rupani boru Saroding on. Imana ma inna na umbagak sian boru Pandiangan uju i. </span></p>
<p><span id="more-95"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Tung mansai bahat do ro baoa manopot ibana, sian huta na dao dht bariba ni tao pe ro do naeng patuduhon holong tu ibana. Alai dang adong manang sada naboi mambuat rohana; namora manang najogi, mulak balging do sude.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Alai</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;"> dang adong namarhansit roha dibahen ibana, tungpe dang dioloi ibana hata ni akka panopot i. Natorasna, Guru Solandason, tung mansai longang do mamereng boruna nasasada on. Parsip do boru saroding on, malo martonun, ringgas mangula ulaon, ba sandok tahe tung mansai las do rohani natorasna mangida pangalahona. Naburju do ibana marnatoras, songonni nang mardongan, jala somba marhula-hula. Ba tung si pilliton ma nian ibana gabe parsonduk bolon nang gabe parumaen.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Tikki martapian boru saroding huhut manganggiri obukna na ganjang jala mansai godang i di topi ni tao i, ro ma sada solu manjonohi ibana. Pangisi ni solu on sahalak baoa, jongjong di solu na. Tung mansai tongam, jogi, jala marpitonggam do rumangni baoa parsolu on. Mamereng rumangna dht paheanna ulos Batak namansai bagak, hira na so partoba do ulaonna; nasomal jala jotjot marhumaliang di tao i. Lam jonok, lam mallobok ma tarottok ni boru Saroding. Ai ise do nuaeng baoa on, sukkun-sukkun ma rohana. Solu i pe lam jonok ma attong tu paridianna. Dipahatop boru Saroding pasidungkon partapiananna, ala maila ibana adong sada baoa naposo mamereng-mereng ibana.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Hatopma boru Saroding mangalakka tu jabuna, alai pintor dipangkulingi baoa par solu i ma ibana: “Boru nirajanami, ai boasa hamu humibu-hibu mulak?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Songgot ma rohani boru Saroding, dipaso ibana ma lakkana, huhut ditailihon tu lahi-lahi namanjou i. Bah…, tung mansai jogi jala tongamma baoa on, inna rohana. Didok ibana ma sidalianna nanaeng godang dope siulaon na di jabu, ido umbahen hatop ibana mulak. Marsitandaan ma nasida, dipaboa lahi-lahi ima asalna sian dolok ni Rassang Bosi-Sabulan namargoar “Ulu Darat”. Disi do inna ibana maringanan. Dipatorang baoa ima aha do sakkapna mandapothon boru Saroding, jala dipangido ibana ma asa dipantadahon tu natua-tuani boru Saroding. Ala pintor lomo rohani boru Saroding marnida baoa i, las ma tutu rohana; rap mardalan ma halahi tu hutana. Hurang tibu nian didok rohana sahat tu huta, asa pintor dipatandahon baoa i tu natorasna.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Longang ma natoras dht akka iboto nang anggina ala ro sian tao boru Saroding mardongan sada baoa. Sude do halahi pintor tarhatotong mamereng bohi dht pangkataionni lahi-lahi i. Songon na hona dorma do halahi mamereng bagak ni rumang ni lahi-lahi i. Pamatang na pe mansai togap. Jeppet ni hata, dihatahon lahi-lahi ima sakkap na, naeng pangido onna boru Saroding naeng gabe parsonduk bolon na. Ala nungnga lomo rohani boruna, pittor dioloi jala dipaboa Guru Solandason ma tu akka dongan tubuna. Dang sadia leleng, dipasaut ma parbogasonni boru Saroding dht lahi-lahi i.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Dung sidung ulaon parbogason, borhat ma boru Saroding mangihuthon lahi-lahi naung gabe tunggane doli na, marluga solu tu Ransang Bosi. Tung longang do boru Saroding alana mansai hatop do halahi sahat. Lam longang ma ibana ala di dok tunggane doli nai hutana di ginjang ni dolok, di tonga ni tombak Ulu Darat. Las dope rohani boru Saroding, mardomu muse tikki namardalan halahi manganangkohi dolok natimbo i, ditogu-togu tunggane doli na i, tung mansai hatop jala niang do lakkana. Dang loja ibana namandalani dolok na rais i, songoni nang lahi-lahina, tung so hir do hodok ni halahi.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Tung mansai golap do tombak siboluson ni halahi, alai dang maol didalani halahi nadua. Sahat ma halahi tu undung-undung ni lahi-lahi i, ba rupani maradian ma boru Saroding. Tarpodom ma halahi sahat tu manogot na. Tikki dungo ibana di manogotna, dang dibereng ibana tunggani dolina. Dibereng ibana tu pudi nang tu jolo, dang di si amantanai. Tarsonggot ma ibana ala dibereng ibana manginsir sada ulok namansai bolon di tonga-tonga ni hau di joloni alamanni jabu i. Mabiar ma boru Saroding, pintor ditutuphon ibana ma pittu ni jabu i. Dang hea dope dibereng ibana songoni balga na ulok, alai uluna dang songon bohi dohot ulu ni ulok. Ngongong ma ibana di tonga nijabu.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Dang sadia leleng dibege ibana ma tunggane dolina manjou goarna, asa dibukka pittu ni jabu. Hinsat ma boru Saroding mambuka pittu jala pittor dihatahon ibana ma tu tunggane dolina i na adong sada ulok na mansai bolon di jolo ni jabu i. “Dang pola boha i, ulok na burju doi,” inna tunggane dolina mangalusi.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Tung mansai naburju do tunggane doli nai marnioli, dipasonang do roha ni boru Saroding di si ganup ari. Dang dipaloas loja mula ulaon, ai pintor sikkop do sude akka naniporluhon ni hasida nadua. Malo do lahi-lahi nai mambahen si parengkelon, diharingkothon do mangalului akka boras ni hau dohot suan-suanon naboi mambahen boru Saroding tontong uli.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Alai</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;"> sai sukkun-sukkun jala longang do boru Saroding marnida somal-somal ni tunggane doli nai di siapari. Sada tikki tarbereng simalolongna ma lahi-lahi nai di para-para ni jabu marganti pamatang gabe ulok na bolon! Mansai bolon, songon ulok na hea diberengsa di jolo ni jabu i. Alai paulak so diboto ibana ma, ala mabiar ibana murung annon ulok i. Manginsir ma ulok na bolon i haruar sian jabu manuju tombak, tading ma boru Saroding di jabu. Tung mansai biar jala manolsoli ma dirina napintor olo manjalo hata ni baoa i dang jolo manat dirimangi, ai dang jolma biasa hape.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Botari nai mulak ma tunggane doli nai mamboan akka nalaho sipanganon ni halahi, boras ni hau, suan-suaonon, nang akka jagal, tarsongon ursa, aili, pidong, dohot akka na asing. Dung sidung mangaloppa dht mangan halahi, manghatai ma tunggane doli nai tu boru Saroding. Dipaboa ibana ma ise do dirina: sombaon ni Ulu Darat, na sipata gabe ulok sipata gabe jolma. Dang pola dipataridahon boru Saroding songgop ni rohana, mengkel suping sambing do ibana tu lahi-lahi nai patudu holongna, tung pe di bagas rohana nungnga mansai biar jala manolsoli. Las ma tutu roha ni lahi-lahi i mamereng boru Saroding.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Sada tikki ro ma duatsa akka iboto ni boru Saroding mangebati halahi tu dolok ni Ulu Darat. Ai sai masihol do inna halahi marnida iboto hasian ni halahi. Las hian ma rohani boru Saroding didalani akka hula-hulana hutana di dolok na timbo jala ikkon mangalosi tombak namansai jorbut. Dilehon do akka sipanganon natabo tu akka iboto nai, sombu jala puas do halahi namaribot manghata-hatai dht marsipanganon. Mandapothon bot ni ari, diboto boru Saroding do parroni tunggane doli na sian tombak langa-langa. Mabiar ma ibana molo tarboto tu lahi-lahi na sombaon i na ro akka iboto na mandapothon halahi marsihol-sihol, alana diboto ibana do siallang jolma do ibana molo tikki gabe ulok.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Sian</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;"> nadao pe nungnga diboto ibana soara ni ulok i, mardisir-disir do soarana. Humalaput ma boru Saroding manabunihon ibotona natolu i tu ginjang ni para-para, martabuni di toru ni bukkulan ni jabu, asa unang dibereng tunggane doli na i. Sahat ma tu jabu amanta na i, alai pintor songon na asing ma panganggona. “Ai songon na adong uap ni pamatang ni manisia huanggo?” inna ibana manukkun boru Saroding.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Busisaon ma boru Saroding, humalaput ma ibana mambahen sipanganon ni lahi-lahi nai. Dung sidung marsipanganon, modom ma halahi. Alai anggo mata dohot igung ni tunggane doli nai sai maos do momar jala dipasittak-sittak ala adong inna uap ni jolma di jabu i. “Dang adong halak na asing di jabutta on,” inna boru Saroding, “Modom ma hita, nungnga mansai bagas be borngin.” Alai sai lulu do tunggane nai di uap ni manisia i, ba ujung na rupani, mardongan biar dipaboa boru Saroding ma naro do hula-hula ni halahi sian Samosir ala masihol mamereng halahi nadua. “Sombakku ma tunggane doli,” inna ibana mangelek, “paloas ma akka ibotokki mandulo hita. Ai holan alani namasihol do hula-hulattai asa ro halahi tu tu dolok Ulu Darat on.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Ujung na rupani didok baoa i ma asa dijou duatsa iboto ni boru Saroding i asa tuat tu bagas ni jabu sian partabunion nasida di toru ni tarup. Marsijalangan ma hasida, jala borngin i gabe holan namanghata-hatai ma sahat tu manogot. Dung binsar mataniari marsakkap ma borhat akka Pandiangan natolu i mulak tu Samosir.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">“Ai aha do lehononmu na lae tu hami songon boan-boan nami tandani naung niebatan huta muna boru nami?” inna sahalak Pandiangan iboto ni boru Saroding i. “Nauli ma raja nami,” inna baoa i mangalusi. Dilehon ibana ma sada-sada be gajut nagelleng naung marrahut tu akka hula-hula nai. Alai didok ibana ma: “Holan on do pe naboi tarpatu au raja nami, alai unang pintor bukka hamu gajut on di dalan manang dung sahat hamu tu huta muna. Dung pitu ari pe asa boi ungkapon muna gajut on.” Diundukhon akka iboto ni boru Saroding ma hatani lae nai. Mulak ma halahi tuat sian dolok Ulu Darat, marsolu ma muse sahat tu Samosir. Dung sahat halahi di huta nasida, dipatorang ma rupani tu inanta na be pardalananni nasida jala dipatuduhon ma boan-boan na nilehon ni lae nasida.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Songon na marungut-ungut ma sada Pandiangan on alana holan gajut nagelleng naso diboto isi na do di lehon lae nai tu hasida, hape nungnga loja halahi mangebati tu dolok Ulu Darat. Jeppet ma sarito, sada Pandiangan on dang sabar paimahon pitu ari songon natinonahon ni lae nai. Marsogot nai pintor di suru ma inanta be mambukka gajut i asa tarboto manang aha do isana. Alai molo anggina siampudan (molo so sala), sabar do paimahon pitu ari, jai dang dibukka ibana gajut na ditiopna. Tek ma rupani, holan dibukka ibotoni boru Saroding gajuti, holan tano, hotang, hunik, dohot akka gulok-gulok do isina. Muruk ma ibana, diburai ma tunggane doli ni ibotonai jolma nasomaradat. “Ba hea do lak songon on ma lehonon na tu hula-hula na?” inna halahi mardongan rimas. Dibolokkon ma gajut i. Sai dijujui ma asa anggina na sada nai mambukka gajut i, sarupa do isina manang dang. Alai martahan do anggina i dang mambukka gajut i sampe pitu ari.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Di ari papituhon, dibukka ma gajut i di alaman ni huta. Pintor haruar ma godang akka gulok-gulok, alai dang sadia leleng gabe horbo dohot lombu ma gulok-gulokhi. Tung mansai godang do horbo dohot lombu i, sampe do ponjot alamani ni huta i. Hunik nasian gajut i pe gabe mas, markilo-kilo godangna, jala gabe godang ma tubu hotang di pudi dohot panimpisan ni jabu. Dang pola leleng, gabe mamora jong attong iboto ni boru Saroding nasasada on. Sinur nang pinahan, gabe naniulana, jala godang mas nang hotangna. Hata ni legenda, sahat tu sadari on, pinompar ni Pandingan on ma nahasea jala akka namora.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Dung hira-hira piga bintang (najolo, dang bulan di dok, bintang do. Jadi sabintang, sarupa mai sabulan di saonari), dipangido boru Saroding ma tu tunggane na asa dipaloas ibana mandulo huta ni natorasna, ala tung mansai masihol ibana inna. “Hatop pe au mulak,” inna ibana do mangelek, asa dipaloas tunggane na. Songon na borat do diundukhon lahi-lahi nai pangidoanni boru Saroding. “Adong gorathu dang na laho mulak be ho tu Ulu darat on,” inna tunggane doli nai. Sai dielek-elek boru Saroding ma lahi-lahi nai, marjanji do ibana dang leleng di huta ni natorasna. “Sombakku ma raja nami, palias ma i. Hodo tungganekku, dipasonang-sonang ho do ahu saleleng on, dung parsonduk bolonmu au. Pintor mulak pe au,” inna boru Saroding mangelek. Ala nungnga sai torus dipangido jala dielek boru Saroding, ba dipaborhat lahi-lahi nai ma ibana sahat tu topi tao ni Ransang Bosi.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Sada bulung do inna dibuat lahi-lahi nai dibahen gabe solu nalaho dalan ni boru Saroding. Alai didok ma hata na parpudi: “Boru Saroding nauli, boru ni raja do ho. Jadi porsea do au di hatam namandok tung mansai holong do roham tu au. Jai porsea do au ikkon hatop do ho mulak sian huta ni natorasmu. Jai ikkon marpadan do hita diparborhathon songon mangarahut holong ni roham tu au.” Diundukhon boru Saroding ma, jala didok songon on: “Dok ma padan i tunggane dolikku naburju.” Dungi didok lahi-lahi nai ma padan songon paborhathon boru Saroding naung hundul di solu: “Dekke ni Sabulan tu tonggina tu tabona, manang ise si ose padan tu ripurna tumagona.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Borhat ma boru Saroding, dilugahon ibana ma soluna–na sian bulung-bulung i. Tung mansai tonang do tao Toba, dang adong umbak jala alogo pe mansai lambok, langit pe mansai tiar. Tading ma lahi-lahi nai manatap sian topi ni tao, bohina tung lungun do ditadinghon parsonduk bolon na mansai dihaholongi rohana. Dang pola sadia dao dope boru Saroding marluga, manaili ma ibana tu pudi, didok ibana ma songon on: “Peh…! Bursik ma ho, ai dang jolma ho hape. Somba on do ho! Ulok nabolon! Unang dirippu ho nalaho mulak be au tu ho! Palias mai. Ai so jolma ho…” Holan sae didok boru Saroding hatana, pintor ro ma alogo halisunsung dht udan na marimpot-impot. Tao ipe pintor timbo galumbangna. Mabiar jala songgot ma rohani boru Saroding. Sai dilugai ibana solu nai alai dang tolap mangalo umbaki. Dang sadia leleng pintor balik ma solu na, manongnong ma ibana jala gabe dohot ma ibana sombaon pangisi ni tao i…</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Sahat tu sadari on dihaporseai sabagian pangisini Rassang Bosi, Dolok Martahan, Sabulan, Palipi, Mogang, Hatoguan, Janji Raja, Tamba, Simbolon, do turi-turian on–dohot nagabe boru Saroding pangisini tao i. Sai manat-manat do halak molo mangalewati tao i, dang marsitijur, dang boi mambolokhon akka na kotor tu taoi, jala unang tuit-tuit molo pas marsolu, markapal, manang marbot. Jala lahi-lahi ni boru Saroding gabe dijouhon do i “Amangboru Saroding.” Alani holong na tu boru Saroding, sipata tuat do inna ibana sian Ulu Darat tu tao i, bahat do inna halak naung hea mamereng: ulok na saganjang hau ni harambir/kalapa do inna marlange-lange di tao i.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:8.4pt 0;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">Di Sabulan pe, apala di topi ni dolok Ulu Darat i, di huta Pandiangan, adong do sada inganan namargoar “Parpangiran ni Namboru boru Saroding.” Buni do inganan on, godang hian dope hau songon tombak. Alana sian na met-met nungnga manusia na sok ingin tahu au, nungnga hudalani inganan on, hutogihon akka ito, namboru, inangudakku, alana au sandiri pe mabiar do mardalan sandiri tusi. Adong do sada hau nabolon di ginjang ni mual na diyakini akka jolma (kessuali akka pangula ni huria) songon inganan parpangiran ni boru Saroding. Percaya tidak percaya, di ranting ni hau i tubu utte pangir (jeruk purut), semacam tanaman benalu, alai dang boi buaton i. Tokka do inna molo dibuat, olo ro parmaraan. Alai molo maruntung do naro tu si, pintor dabu do annon anggir i, diboan ma i tu jabuna be. (panuturi: Suhunan Situmorang, penulis novel ‘Sordam’).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:19.2pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;color:#333333;">tulisan ini diambil dari<span> </span><em><span style="font-family:Verdana;">http://rapolo.wordpress.com<br />
</span></em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pomparansirajasonang.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pomparansirajasonang.wordpress.com&amp;blog=6235914&amp;post=95&amp;subd=pomparansirajasonang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pomparansirajasonang.wordpress.com/2009/05/01/boru-saroding-pandiangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b6b40dd2d54a038e6420b311bab5b9?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bona Gultom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pomparansirajasonang.files.wordpress.com/2009/05/1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tao toba nauli</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
